Kapal PLTD Apung I
Sore itu jingga senja tidak juga muncul menjadi background. Mendung masih menggelantung karena hujan telah turun sesaat tadi. Namun keinginan untuk pergi keluar dari posko airputih sangat kuat meski cuaca kurang mendukung untuk hunting foto. Setelah beberapa target kerja telah selesai dan untuk mengisi waktu kuajak salah satu rekan di airputih untuk menemani hunting. Dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Smash warna merah kami berdua pergi ke arah tempat terdamparnya Kapal Laut PLTD. Berita mengenai terdamparnya kapal ukuran jumbo ini sangat ramai bahkan beberapa media massa telah menerbitkan mengenai berita ini. Sehingga sangat menarik einginan untuk mendatangi lokasi tersebut.
Sebetulnya lokasi terdamparnya kapal ini tidak jauh kira-kira 300 meter sebelah barat dari posko kami. Kapal ini terdampar di atas bekas perkampungan yang musnah diterjang gelombang tsunami 26 Desember 2004 kemarin, tepatnya di kampung Punge Blang Cut Kecamatan Jaya Baru – Banda Aceh. Kapal ini merupakan batas dimana kapal ini ke utara (ke arah pelabuhan Ulee Lheue) merupakan pemukiman yang hancur dan kapal ini ke arah selatan merupakan pemukiman yang bangunannya masih berdiri meski air gelombang juga masuk ke daerah ini.
Kapal Laut yang mempunyai ukuran kurang lebih panjang 65 meter dan lebar 20 meter ini merupakan kapal laut Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan kapasitas 10 WM (Mega Watt). Tidak heran jika kapal PLTD Apung I ini sangat penting bagi pasokan sumber listrik wilayah Banda Aceh.
Subhanallah sungguh menajubkan kapal ukuran jumbo ini bisa terbawa gelombang tsunami sejauh 5 km dari pelabuhan Ulee Lheue dengan berat kapal 3600 ton. Kapal dengan bobot 3600 ton ini menjadi obyek wisata bagi masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya. Menurut kabar akan dijadikan salah satu monumen untuk mengenang musibah bencana tsunami yang telah merenggut seratusan ribu nyawa dan korban materi yang besar. Namun rencana ini masih perlu dipertimbangkan mengingat keberadaan kapal ini yang berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel masih bagus dan berfungsi dengan baik.
alam memang besar namun masih lebih besar Sang Besar